| Rabu, 21-11-2007 | | 3.000 Warga Sorowako Akan Demo Inco | Produktivitas Inco Turun | Aksi karyawan PT Inco tampaknya terus berlanjut dan berlarut-larut. Pangaruh aksi tersebut kini mulai meluas. Dukungan terhadap karyawan terus mengalir. Ribuan warga Sorowako dari tiga kelompok turun menggelar aksi solidaritas.
Berdasarkan surat penyampaian penyampaian aksi yang diterima Polres Lutim, di Malili, Selasa (20/11), tiga komponen masyarakat Sorowako, Kerukunan Wawania Asli Sorowako (KWAS), Forum Komunikasi Pemuda Asli Sorowako (FK-PAS), dan Forum Pemuda Desa Sorowako Bersatu (FPDSB) yang jumlahnya sekitar 3.000 orang akan turun menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (22/11) besok. | Aksi tersebut untuk mendukung mendukung dan memberikan semangat moral terhadap perjuangan karyawan Inco yang sedang melakukan mogok kerja.
Rencana aksi ribuan warga yang dimediasi oleh KWAS, FK-PAS, dan FPDSB, ke PT Inco Sorowako, besok, dibenarkan Kapolres Luwu Timur AKBP Drs HR Umar Faroq SH.
Menurut Umar Faroq, kepada Upeks, aksi dari tiga komponen masyarakat Sorowako itu dikendali tiga jenderal lapangan sekaligus menjadi penanggungjawab, untuk Kwas dipimpin Andi Dudding, FK-PAS diketuai Sadaruddin, dan FPDSB dimotori Jihadin. "Surat penyampiannya kami sudah terima," ujar Faroq.
Menurutnya, melakukan unjuk Rasa sah-sah saja sepanjang tidak anarkis, mengikuti aturan perundang-undangan. Dijelaskan, rencana aksi ribuan warga dari elemen masyarakat Sorowako merupakan imbas dan bagian dari aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan PT Inco yang terus berlanjut.
"Makanya, pihak polres telah meminta bantuan pengamanan. Polda Sulsel telah mengirim 110 personil Brimob dari Parepare serta Dua Platon Brimob Baebunta untuk mem-backup satuan pengamanan dari Polres Lutim yang jumlahnya hanya satu SSK personil Perintis," urai Faroq.
Secara terpisah, Ketua KWAS Andi Dudding yang dikonfirmasi Upeks via ponsel membenarkan rencananya akan menurunkan Ribuan massa, Kamis besik untuk melakukan unjuk rasa ke PT Inco dalam rangka mendukung perjuangan para pekerja tambang di Plant Site Sorowako (lokasi vital kawasan industri pertambangan).
"Kami hanya sebatas memberikan dukungan moral untuk merapatkan barisan, karena masyarakat adalah bahagian yang tidak terpisahkan dengan karyawan dan perusahan serta pemerintah," tegas Dudding di balik telepon.
Berdasarkan pemantauan Upeks, di lokasi kayawan yang sedang mogok kerja, di Sorowako dan Malili, hingga Selasa (20/11) sore, para karyawan yang melakukan aksi terus meneriakkan tuntutannya.
"Kami bukan budak pemegang saham PT Inco, kami tidak mundur sejengkal pun jika tuntutan kami tidak dipenuhi, teriak salah seorang karyawan saat berorasi di depan kantor petinggi PT Inco," katanya.
Sementara pihak manajement PT Inco tetap membuka pintu perundingan kepada perwakilan karyawan yang dimediasi SP-KEP, namun belum menemukan titik temui.
Sementara akibat aksi keryawan tersebut produktifitas PT Inco menurun drastis. Pasalnya, bagian vital dari PT Inco, yaitu bagian pekerja tambang dan produksi, turun melakukan demo sejak Kamis (15/11) lalu. Direktur Corporate Communication PT Inco, Janus T Siahaan, saat dihubungi Selasa (20/11), mengakui hal itu.
"Memang ada penurunan produksi karena sebagian besar karyawan dari bagian tambang dan prosesing serta pengolahan melakukan demo. Tetapi aktifitas ekspor kita tetap berjalan meski kapasitasnya cukup rendah," paparnya.
Namun Janus sendiri enggan menyatakan berapa besar persentase penurunan produksi, termasuk kerugian yang dialami sejak terjadinya aksi demo tersebut. "Saya tidak tahu berapa jumlah kerugian dan persentase penurunan kapasitas produksi, termasuk jumlah karyawan yang melakukan demo," jelasnya.
Guna memulihkan kondisi tersebut, pihak manajemen dan serikat pekerja menurut Janus, secara intens melakukan komunikasi untuk menemukan solusi. "Serikat pekerja dan PT Inco tetap mengacu pada aturan yang ada. Kita tetap mengacu kepada aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Kita juga telah mengimbau seluruh pekerja untuk sesegera mungkin kembali melaksanakan tugasnya," katanya.
=========
Pergerakan Saham Inco Masih Stabil
MAKASSAR, Upeks--Kisruh antar manajemen PT Inco dengan karyawannya, sampai saat ini belum membawa dampak pada harga saham perusahaan tambang nikel tersebut.
Menurut Kuasa Perwakilan Pusat Informasi Penanaman Modal (PIPM), Yessie Marisa, di ruang kerjanya, Selasa (20/11) PT Inco belum memberikan laporan kepada bursa Efek Jakarta (BEJ). Namun dia mengatakan dalam waktu dekat, perusahaan tersebut akan memberikan laporan ke BEJ.
Sementara itu, harga saham PT Inco hingga Senin (19/11) di BEJ masih stabil dan dijual dengan harga Rp107.700 per lembar saham.
Angka tersebut memang sedikit agak turun dibanding perdagangan sesi sebelumnya, Jumat (16/11) yang berada pada level Rp107.900 per lembar saham.
Dia menambahkan, makin tingginya harga saham PT Inco selama tiga tahun terakhir tidak akan membawa dampak langsung pada pendapatan perusahaan. Naiknya harga saham PT Inco hanya akan berdampak pada pemegang saham dan penambahan aset perusahaan. "Harga saham tidak berpengaruh langsung karena yang punya investor," katanya.
Sementara itu, laba bersih yang diterima PT Inco selama tiga tahun terakhir juga mengalami kenaikan yang sangat pesat. Bahkan pada tahun ini kenaikannya mencapai 100% lebih.
Laba bersih yang diperoleh di 2004 sebesar USD 284.431, tahun 2005 sebesar USD 267.754 dan tahun 2006 mencapai USD 513.358.
Sedangkan pada tahun ini, laba bersih yang diperoleh hingga September mencapai 972.522 US dolar. (tri/yok/C)
Net Income PT Inco
Tahun Nilai
2004 USD 284.431
2005 USD 267.754
2006 USD 513.358
September 2007 USD 972.552
Pergerakan saham
tahun Terendah Tertinggi
2004 Rp7.850 (25/8) Rp47.00 (24/2)
2005 Rp11.300 (15/11)Rp16.100 (4/10)
2006 Rp13.000 (2/1) Rp32.300 (5/12)
2007 :
(11/1) Rp26.950
(12/11) Rp110.600
(14/11) Rp105.100
(15/11) Rp106.700
(16/11) Rp107.900
(19/11) Rp107.700 (tim) |
|
|
|
|